Sifat yang akhirnya menjebloskan syaitan dalam kehinaan sejati. Sifat yang syaitan tunjukkan untuk pertama kalinya sejak jagat raya ini ada.
Terjemahan QS. Al-Baqarah ayat 33-34
33. Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”sejak saat itu, Iblis bersumpah untuk menarik manusia sejenis Adam A.S untuk menemaninya di dalam neraka. Karena iblis merasa Adam lah (seorang manusia) yang membuatnya harus keluar dari nikmatnya surga Allah.
34. Dan (Ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
-------------------------------------------------------------------------
Kalau ditanya apa yang paling aku khawatirkan. Aku sangat khawatir bersikap ujub secara sengaja atau tidak sengaja. Karena iblis akan melakukan segala macam cara, merasuk hingga ke aliran darah manusia untuk menarik kita dalam dosa.
Dan kesombongan ini begitu menakutkan. Akan lebih mudah menyadari jika terucap tanpa sengaja di mulut. Namun tak ada yang bisa melihat hati kita masing-masing..
Sudah berapa banyakkah rasa sombong yang pernah kita rasakan? Hati-hati... karena rasa ini bisa merasuk pada siapapun...
Pernahkah kau merasa bahwa kau lebih pintar?
Pernahkah kau merasa lebih kaya?
Kesombongan begitu sulit untuk diprediksi keberadaanya, apalagi jika itu hanya terbersit di hati... :( sulit sekali..
Sombong tentang harta, sombong tentang kesolehan - bahwa kita lebih banyak beramal dari yang lain - , sombong tentang kepandaian, bahkan mungkin sombong tentang keturunan.
Kadang kita tidak merasa ada terbersit rasa sombong, namun itu ada.. Naudzubillah...
Jagalah perasaan orang lain, berempatilah.. Ini akan menjaga kita dari rasa sombong.
Kadang kabar baik atau kebahagiaan yang kita miliki bisa membuat orang lain merasa sedih atau bahkan sebaliknya. Berempatilah..
Mari kita saling mengingatkan dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran..
0 shoutss:
Post a Comment