Pages

Sunday, July 10, 2011

Mengeluh VS Bersyukur - Sebuah renungan....

Aku co-pas dari grup FB ku... semoga bergunaaa ;)
"Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar.Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.

Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia
pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.

Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan
membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita.

Bagaimana kita mengatasi hal ini.Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur. Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.

Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ?
Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda?
Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan.

Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

Try it now:
1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari.
2. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.
3. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini: Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
4. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah
perubahan dalam hidup Anda.
5. "Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."

Ini adalah penelitian tentang orang yang selalu mengeluh dan orang yang selalu bersyukur. Orang yang selalu mengeluh, dalam segala hal dia selalu mengeluh, tidak pernah puas dan selalu berpikir negatif terhadap orang lain.

Apapun dia keluhkan, kondisi baik dia mengeluh, kondisi buruk dia mengeluh, tiada hari tanpa mengeluh; tidak pernah puas atas apa yang didapat dan diraihnya, dapat sedikit mengeluh, dapat banyak mengeluh; pikirannya selalu negatif terhadap orang lain, curiga, berprasangka, cemburu, iri, dengki, suka marah, rasa tidak suka terhadap orang.
Dapat dilihat orang seperti ini adalah orang yang hanya mementingkan keselamatan diri sendiri, mau menang sendiri dan egois. Akibat dari sikapnya yang selalu seperti itu, hidupnya tidaklah tenang dan tidak ada damai sejahtera dalam dirinya, tidak ada rasa aman dan tidak pernah merasa nyaman.

Orang seperti ini sering sekali stres, mengalami frustrasi dan depresi. Perubahan fisik yang paling terlihat adalah dari wajahnya, wajahnya terlihat lebih tua dari umur yang sebenarnya dan berakibat orang ini mati muda.
Orang yang selalu bersyukur, dia mensyukuri dalam segala hal. Apapun yang dia hadapi selalu dia syukuri dan dia selalu tersenyum. Hidupnya penuh dengan tawa dan senyuman karena tak henti-hentinya dia mengucap syukur atas apa yang dia dapat dan dia raih. Kondisi baik dia bersyukur, kondisi buruk dia bersyukur, dapat berkat sekecil apapun dia bersyukur, apapun dia lakukan dengan sukacita. 

Ketika ada orang yang berbuat jahat padanya, memfitnahnya, dia tidak membalas, tapi dia berdoa untuk orang yang melakukan itu padanya dan memberkati orang itu.
Dia percaya bahwa selama dia benar, Tuhan pasti membelanya dan dia dalam perlindungan Tuhan, dia tidak akan pernah celaka dan dia tidak akan pernah dipermalukan.
* Ini pernah terjadi sama gw... selama hampir 1 tahun yang bisa gw lakukan hanya mencoba bersabar. Penuh air mata, memang... tapi.. Subhanallah.. kesabaran itu Allah kembalikan dengan begitu indahnya... bahwa gw gak perlu capek-capek teriak kesana kemari hingga seluruh dunia tahu gue merasa terzholimi, karena Allah selalu menjaga gw dan harga diri gw. Karena pada akhirnya ketika sudah waktunya dunia tahu, Allah-lah yang turun tangan langsung..*

LANJUTTTTT....
Wajahnya selalu penuh dengan sukacita dan terlihat ada damai sejahtera dalam dirinya. Tak sekalipun terlihat dia bersungut-sungut, mengeluh, marah,kuatir ataupun takut. Yang terjadi adalah hidupnya
semakin diberkati Tuhan luar biasa dan dia menjadi berkat bagi orang lain. Hal yang menarik adalah wajahnya terlihat muda walau umurnya sudah tua.

Jadi teman-teman, manakah yang kalian pilih?
Bersyukurlah senantiasa karena Tuhan itu baik, Dia sungguh baik dan Dia sangat baik. Dan ingatlah selalu untuk berpikir positif karena pikiran positif selalu menyegarkan pikiran kita dan akan mengarahkan kita pada
tindakan yang positif juga.

Segala sesuatu Tuhan ijinkan terjadi untuk kebaikan kita, selalulah bersyukur walau sekecil apapun yang kita dapatkan karena jika kita setia dalam perkara kecil maka kita akan diberikan dan dipercaya untuk perkara besar; segala sesuatu yang kita lakukan adalah hanya untuk
kemuliaan Tuhan karena semua yang kita dapatkan, kita punya, kita raih adalah pemberian dari Tuhan jadi janganlah kita sombong karena jika kita sombong maka akan dengan sangat mudah Tuhan menjatuhkan kita, tetaplah rendah hati, hati sebagai hamba dan hanya andalkan Tuhan dalam segala hal.
Semua dimulai dari diri kita sendiri: pilihan ada padamu.

-----------------------------------------------------------------------------
Baca tulisan ini di forum jadi terharu.... karena pekan lalu waktu ngisi pengajian, adik-adik itu ku-share materi tentang berpikir positif... :) temen deketnya bersyukur hehehe...
Reggie bener banget.... bersyukur dan berpikir positif mudah disebutkan, namun sangat sulit dilakukan... butuh keteguhan hati melakukannya... :)

Bundaku bilang setiap orang punya masalah dan cobaannya masing-masing untuk "naik tingkat" dan kita tidak bisa lihat mereka dari tampilan luarnya saja. Jadi lebih baik bersyukur pada apa yang kita miliki saat ini dibandingkan fokus pada hal yang belum waktunya kita miliki.

Orang-orang cuma bisa lihat gw yang mungkin belum juga dikaruniai kehamilan hingga saat ini. Namun sungguh sebenarnya gw begitu beruntung. Suami gw begitu baik dan sabar. Nampak sekali Allah memudahkan rizkiNya bagi kami. Kami membiayai pernikahan kami sendiri, tanpa campur tangan orang. Kami juga sudah tinggal di rumah yang kami usahakan sendiri dan kami cicil sendiri. Kami bisa mengisi rumah dengan baik. Kami bahagia. Kami saling memiliki. Kami mengurus rumah tangga kami sendiri. Alhamdulillah, aku masak sendiri, dan melakukan pekerjaan rumah itu sendiri (dibantu suami sihhh hehehe) Subhanallah.. pendewasaan diri yang tidak ternilai harganya.

Di sisi lain ada orang-orang yang dikaruniai anak dengan mudah, namun tidak berkecukupan secara materi. Atau salah satu pasangannya tidak setia, dsb.

Di sisi yang lain lagi. Ada pasangan yang mudah dikaruniai anak. Materi berlimpah dan mudah mendapatkan apapun. Sekilas terlihat begitu sempurna. Benarkah? Buat gw cobaan mereka lebih berat lagi, karena gw yakin Allah sedang menguji apakah dengan segala rizki duniawi yang mereka miliki mereka masih bisa bersyukur? Akan kah orang-orang itu tetap ingat Allah? tetap beribadah padaNya? itu sungguh cobaan berat.

So.. nobody's perfect, guys. Kuncinya memang bersyukur....

Dan ini waktunya aku ber-muhasabah dan bersyukur...

So, my husband. I am so blessed to have you. Yes, we're still waiting for Allah to approve our offspring's proposal. But as long as i have you in my life, i know we can face this together. And when we are thankful enough for what we have, Allah will approve our proposal.... I love you, dear.... :)


0 shoutss:

Post a Comment